Skip to main content

JANGAN SUKA MENCELA

*JANGAN SUKA MENCELA*

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إذا قال الرجل هلك الناس فهو أهلكهم

Apabila seseorang berkata, “Orang orang telah rusak/binasa.” Maka dia yang paling rusak.” (HR Muslim no 2623)

Imam An Nawawi rahimahullah berkata:
“Para ulama bersepakat bahwa maksud hadits ini adalah untuk orang yang mengatakan demikian karena meremehkan manusia dan menganggap dirinya lebih. Adapun jika ia mengucapkan demikian karena sedih terhadap apa yang menimpa dirinya dan manusia berupa kekurangan dalam menjalankan agama, maka itu tidak mengapa.”

Al Khothobi berkata:
“artinya senantiasa seseorang mencela manusia dan menyebutkan keburukan mereka dan menganggap bahwa manusia sudah rusak atau sejenisnya. Apabila ia melakukan itu maka ia yang paling rusak keadaannya akibat dosa dari memburuk-burukkan mereka. Bahkan bisa jadi ia merasa bangga dengan dirinya dan memandang bahwa dirinya lebih baik dari mereka.”

(Syarah shahih Muslim 16/175).

Demikianlah..
Orang yang selalu memandang orang lain jelek..

Seakan tidak ada kebaikan pada mereka..
Ia tidak sadar bahwa sebetulnya dia yang paling jelek diantara mereka..
Kewajiban kita adalah untuk senantiasa mendo’akan kebaikan dan hidayah..
Dan memandang sedikit amalan kita..
Mungkin mereka diberi taubat oleh Allah..
Mungkin mereka lebih takut kepada Allah..
Mungkin mereka lebih menyembunyikan amalan sholehnya..
Sementara kita, hanya sibuk memuji diri dan ingin diakui..

Allahul Musta’an...

 ۞اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ۞

Comments

Popular posts from this blog

Pentingnya Melatih Kesabaran

Pentingnya Melatih Kesabaran عن أبي سَعيد سعدِ بن مالكِ بنِ سنانٍ الخدري رضي الله عنهما: أَنَّ نَاسًا مِنَ الأَنْصَارِ سَألوا رسولَ الله صلى الله عليه وسلم فَأعْطَاهُمْ، ثُمَّ سَألوهُ فَأعْطَاهُمْ، حَتَّى نَفِدَ مَا عِندَهُ، فَقَالَ لَهُمْ حِينَ أنْفْقَ كُلَّ شَيءٍ بِيَدِهِ: ((مَا يَكُنْ عِنْدي مِنْ خَيْر فَلَنْ أدَّخِرَهُ عَنْكُمْ، وَمَنْ يَسْتَعْفِفْ يُعِفهُ اللهُ، وَمَنْ يَسْتَغْنِ يُغْنِهِ اللهُ، وَمَنْ يَتَصَبَّرْ يُصَبِّرْهُ اللهُ. وَمَا أُعْطِيَ أَحَدٌ عَطَاءً خَيْرًا وَأوْسَعَ مِنَ الصَّبْر)). مُتَّفَقٌ عليه. Dari Abu Said iaitu Sa'ad bin Malik bin Sinan al-Khudri radhiallahu 'anhuma bahwasanya ada beberapa orang dari kaum Anshar meminta - sedekah - kepada Rasulullah s.a.w., lalu beliau memberikan sesuatu pada mereka itu, kemudian mereka meminta lagi dan beliau pun memberinya pula sehingga habislah harta yang ada di sisinya, kemudian setelah habis membelanjakan segala sesuatu dengan tangannya itu beliau bersabda: "Apa saja kebaikan - yakni harta - yang ada ...

Hubbul Wathan

  HUBBUL WATHAN Ya Lal Wathon Ya Lal Wathon Ya Lal Wathon Hubbul Wathon minal Iman Wala Takun minal Hirman Inhadlu Alal Wathon  (2 X) Indonesia Biladi Anta 'Unwanul Fakhoma Kullu May Ya'tika Yauma Thomihay Yalqo Himama Pusaka hati wahai tanah airku Cintamu dalam imanku Jangan halangkan nasibmu Bangkitlah, hai bangsaku! Indonesia negriku Engkau Panji Martabatku Siapa datang mengancammu Kan binasa dibawah durimu!

Memelihara Sunnah

Memelihara Sunah عن أَبي نَجيحٍ العِرباضِ بنِ سَارية رضي الله عنه قَالَ: وَعَظَنَا رسولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم مَوعظةً بَليغَةً وَجِلَتْ مِنْهَا القُلُوبُ، وَذَرَفَتْ مِنْهَا العُيُونُ، فَقُلْنَا: يَا رسولَ اللهِ، كَأَنَّهَا مَوْعِظَةُ مُوَدِّعٍ فَأوْصِنَا، قَالَ: ((أُوصِيكُمْ بِتَقْوَى اللهِ، وَالسَّمْعِ وَالطَّاعَةِ وَإنْ تَأمَّر عَلَيْكُمْ عَبْدٌ حَبَشِيٌّ، وَإِنَّهُ مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ فَسَيَرَى اختِلافًا كَثيرًا، فَعَليْكُمْ بسُنَّتِي وسُنَّةِ الخُلَفاءِ الرَّاشِدِينَ المَهْدِيِيِّنَ عَضُّوا عَلَيْهَا بالنَّواجِذِ، وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ الأُمُورِ؛ فإنَّ كلَّ بدعة ضلالة)). رواه أَبُو داود والترمذي، وَقالَ: ((حديث حسن صحيح)). Dari Abu Najih al-'Irbadh bin Sariyah r.a., katanya: "Rasulullah s.a.w. pernah memberikan wejangan kepada kita semua, iaitu suatu wejangan yang mengesankan sekali, hati dapat menjadi takut kerananya, matapun dapat bercucuran. Kita lalu berkata: "Ya Rasulullah, seolah-olah itu adalah wejangan seseorang yang hendak bermohon diri. Ole...