Skip to main content

Puisi Pelajar Bangsa


                                    Pelajar Bangsa
                                                                        Karya: Putri Septiana Wulan Dari

Pecahan beling terdampar tak berdosa di ribuan jiwa yang tersihir
Ratusan, ribuan, bahkan jutaan pelajar tak tau rimbanya
Entah mengapa bumi pertiwiku terasa suram
Saat teringat anak bangsa berprestasi terdampar pada tempat asing
Yang dibawa oleh ombak yang tak lagi bersahabat

Lihatlah diluar jendela yang terpapar luas menyilaukan mata yang pedih
Saat banyaknya muda mudi bangsa yang tak berilmu yang tak punya nafsu
Sedangkan bangsa sempit akan pelajar berprestasi
Dimana semangatmu yang kau janjikan lalu kau jilat kembali
Dimana tanggung jawabmu yang kau sebut-sebut sebagai pelajar bangsa

Bangkit wahai bapak pendidikan
Liriklah anak cucumu yang terderet kedalam pelajar yang tak punya etika
Saat kau panjat penjara suci berilmu
Tak sadarkah kau bahwa dirimu menjadi sorotan bangsa
Saat kejujuranmu kau taruhkan
Tak yakinkah kau pada tuhanmu
Yang telah memerintahkan malaikat nya untuk merentangkan sayap suci pada orang yang haus akan ilmu-
Bahkan ikan-ikan di laut pun tak henti mendokan mu

Kau boleh mengabaikan ucapan ku
Kau boleh mengecoh tak berdosa
Pada titik terang kau berhenti berprestasi
Kau hamburkan nilai yang berupa rupiah
Tak lihat kah kau saat di luar sana banyak yang ingin menggantikanmu

Dekapan ilmu terasa dingin dan jauh
Kata-kata yang terakhir kau ucap tak lagi kau ingat...
Soratan mata terpaku saat remangan sosok bapak pendidikan yang tengah mengharapkan anak didiknya
Sorotan yang menjadikan panah api yang memaksa masuk kedalam pelipis

Angkat, angkatlah tombak itu
Tancap kan sebagai bukti perjuanganmu
Tak perlu bersekutu dengan kegagalan
Ku tagih janjimu pada waktu kanakmu
Yang kau pinta selembar putih tipis bercoret pena
Saat khayalanmu membawamu pada cita-citamu
Sebuah sunggingan tipis yang sangat manis
Seakan tak ingin tuk dilupakan dan merambat luas pada ingatanmu

Kuserah kan abdi ku
Kuteterkan prestasiku
Ku taruhkan citaku
Untuk bumi pertiwi yang tlah usang ku rangkul

Comments

Popular posts from this blog

Pentingnya Melatih Kesabaran

Pentingnya Melatih Kesabaran عن أبي سَعيد سعدِ بن مالكِ بنِ سنانٍ الخدري رضي الله عنهما: أَنَّ نَاسًا مِنَ الأَنْصَارِ سَألوا رسولَ الله صلى الله عليه وسلم فَأعْطَاهُمْ، ثُمَّ سَألوهُ فَأعْطَاهُمْ، حَتَّى نَفِدَ مَا عِندَهُ، فَقَالَ لَهُمْ حِينَ أنْفْقَ كُلَّ شَيءٍ بِيَدِهِ: ((مَا يَكُنْ عِنْدي مِنْ خَيْر فَلَنْ أدَّخِرَهُ عَنْكُمْ، وَمَنْ يَسْتَعْفِفْ يُعِفهُ اللهُ، وَمَنْ يَسْتَغْنِ يُغْنِهِ اللهُ، وَمَنْ يَتَصَبَّرْ يُصَبِّرْهُ اللهُ. وَمَا أُعْطِيَ أَحَدٌ عَطَاءً خَيْرًا وَأوْسَعَ مِنَ الصَّبْر)). مُتَّفَقٌ عليه. Dari Abu Said iaitu Sa'ad bin Malik bin Sinan al-Khudri radhiallahu 'anhuma bahwasanya ada beberapa orang dari kaum Anshar meminta - sedekah - kepada Rasulullah s.a.w., lalu beliau memberikan sesuatu pada mereka itu, kemudian mereka meminta lagi dan beliau pun memberinya pula sehingga habislah harta yang ada di sisinya, kemudian setelah habis membelanjakan segala sesuatu dengan tangannya itu beliau bersabda: "Apa saja kebaikan - yakni harta - yang ada ...

Hubbul Wathan

  HUBBUL WATHAN Ya Lal Wathon Ya Lal Wathon Ya Lal Wathon Hubbul Wathon minal Iman Wala Takun minal Hirman Inhadlu Alal Wathon  (2 X) Indonesia Biladi Anta 'Unwanul Fakhoma Kullu May Ya'tika Yauma Thomihay Yalqo Himama Pusaka hati wahai tanah airku Cintamu dalam imanku Jangan halangkan nasibmu Bangkitlah, hai bangsaku! Indonesia negriku Engkau Panji Martabatku Siapa datang mengancammu Kan binasa dibawah durimu!

Memelihara Sunnah

Memelihara Sunah عن أَبي نَجيحٍ العِرباضِ بنِ سَارية رضي الله عنه قَالَ: وَعَظَنَا رسولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم مَوعظةً بَليغَةً وَجِلَتْ مِنْهَا القُلُوبُ، وَذَرَفَتْ مِنْهَا العُيُونُ، فَقُلْنَا: يَا رسولَ اللهِ، كَأَنَّهَا مَوْعِظَةُ مُوَدِّعٍ فَأوْصِنَا، قَالَ: ((أُوصِيكُمْ بِتَقْوَى اللهِ، وَالسَّمْعِ وَالطَّاعَةِ وَإنْ تَأمَّر عَلَيْكُمْ عَبْدٌ حَبَشِيٌّ، وَإِنَّهُ مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ فَسَيَرَى اختِلافًا كَثيرًا، فَعَليْكُمْ بسُنَّتِي وسُنَّةِ الخُلَفاءِ الرَّاشِدِينَ المَهْدِيِيِّنَ عَضُّوا عَلَيْهَا بالنَّواجِذِ، وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ الأُمُورِ؛ فإنَّ كلَّ بدعة ضلالة)). رواه أَبُو داود والترمذي، وَقالَ: ((حديث حسن صحيح)). Dari Abu Najih al-'Irbadh bin Sariyah r.a., katanya: "Rasulullah s.a.w. pernah memberikan wejangan kepada kita semua, iaitu suatu wejangan yang mengesankan sekali, hati dapat menjadi takut kerananya, matapun dapat bercucuran. Kita lalu berkata: "Ya Rasulullah, seolah-olah itu adalah wejangan seseorang yang hendak bermohon diri. Ole...